Saturday, April 21, 2018

Konsep Dosa dalam Kekristenan

Saya sering mendengar pertanyaan ke orang Kristen : “Kalau Allah memang Maha Kuasa, mengapa Allah perlu mengutus Yesus untuk mati menebus dosa manusia? Bukankah Allah bisa langsung mengampuni dosa manusia?” 

Ya, Allah memang Maha Kuasa, tapi Allah juga tidak pernah tidak menepati Firman-Nya, dan Allah juga tidak pernah bersikap tidak adil. Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu mengerti konsep dosa menurut Alkitab secara utuh. 

Dalam Kekristenan, ada 2 macam dosa : 
  1. Dosa kecil yang tidak membawa pada maut 
  2. Dosa besar yang membawa pada maut 
Salah satu dosa besar yang membawa pada maut adalah dosa Adam dan Hawa yang memakan buah terlarang di Taman Eden. Hukumannya adalah “pada hari kamu memakannya, pastilah kamu mati”  

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kejadian 2 : 16-17) 


Lalu kenapa Adam dan Hawa tidak mati, malah beroleh keturunan? Karena kalau Adam dan Hawa mati maka manusia musnah. Allah mengasihi manusia, dan ingin menyelamatkan sebanyak mungkin manusia. Maka Allah menunjukkan kesabaranNya dengan mendiamkan dosa manusia di masa lalu untuk sementara waktu. Tapi Adam, Hawa, dan keturunannya harus tetap menyandang vonis mati atas dosa besar Adam dan Hawa di Taman Eden. Keturunan Adam dan Hawa juga lahir mewarisi vonis hukuman mati tersebut, karena semestinya manusia sudah musnah saat Adam dan Hawa dihukum mati pada hari mereka makan buah terlarang di Taman Eden. Itu sebabnya bayi yang baru lahir sudah ikut mengalami kutukan dosa asal seperti Adam dan Hawa : 
  • terbuang dari Taman Eden, 
  • lahir telanjang, 
  • hidup di dunia harus berjerih memperoleh makanan, 
  • wanita mengalami sakit saat melahirkan. 

Allah bisa saja mengampuni manusia dengan begitu saja. Tapi selain tidak mungkin melanggar FirmanNya, Allah kita juga Allah yang Adil. Kalau Allah menghapus dosa Adam dan Hawa begitu saja, Allah juga harus menghapus dosa Iblis begitu saja.. Dan Iblis selalu mendakwa manusia untuk dihukum di neraka bersamanya. Allah tetap berlaku adil pada manusia dan iblis. Maka Allah menyediakan tumbal pengganti untuk mati menggantikan Adam, Hawa dan keturunannya. 

Tumbal itu harus dalam wujud manusia, bukan terhitung dalam Adam, Hawa, dan keturunannya. Harus bernilai lebih tinggi dari Adam, Hawa, dan seluruh keturunannya. Maka Allah menyediakan Yesus untuk menjadi tumbal menggantikan Adam, Hawa, dan seluruh keturunannya. 

Mengapa Yesus layak menjadi tumbal Adam, Hawa, dan keturunannya? 
  1. Karena Yesus adalah Firman Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia, Ia lebih berharga dari Adam, Hawa dan seluruh keturunannya 
  2. Karena Yesus tidak terhitung di antara Adam, Hawa, dan keturunannya. Yesus bukan keturunan biologis Adam dan Hawa. Ia dikandung dari Roh Kudus, dan lahir dari rahim perawan Maria. 
  3. Yesus tidak punya anak dan istri 
  4. Yesus tidak pernah berbuat dosa.  
Kedatangan Yesus ke dunia untuk menebus dosa manusia adalah wujud kasih Allah pada manusia, untuk menyelamatkan manusia dari kematian kekal. Alkitab berkata : 

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3 : 16) 

Allah telah melakukan bagianNya untuk menyelamatkan umat manusia. Tapi apakah Adil kalau Allah tidak memberi jalan keselamatan juga bagi iblis? Ya, itulah sebabnya ada bagian yang harus dilakukan manusia agar iblis tidak mendakwanya. Manusia harus menerima karya keselamatan Allah, dengan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat manusia, dan taat pada Firman Allah. 

Dengan pengorbanan Yesus Kristus, hutang mati atas dosa asal manusia telah lunas dibayar. Semua manusia yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan diselamatkan. Dakwaan iblis pada orang yang percaya pengorbanan Yesus telah dipatahkan, oleh kuasa darah Yesus dan oleh kesaksian kita. 

Kesaksian kitab Wahyu :

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wahyu 12 : 10-11)
Latest
Next Post

About Author

0 comments: