Saturday, April 21, 2018

Konsep Dosa dalam Kekristenan

Saya sering mendengar pertanyaan ke orang Kristen : “Kalau Allah memang Maha Kuasa, mengapa Allah perlu mengutus Yesus untuk mati menebus dosa manusia? Bukankah Allah bisa langsung mengampuni dosa manusia?” 

Ya, Allah memang Maha Kuasa, tapi Allah juga tidak pernah tidak menepati Firman-Nya, dan Allah juga tidak pernah bersikap tidak adil. Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu mengerti konsep dosa menurut Alkitab secara utuh. 

Dalam Kekristenan, ada 2 macam dosa : 
  1. Dosa kecil yang tidak membawa pada maut 
  2. Dosa besar yang membawa pada maut 
Salah satu dosa besar yang membawa pada maut adalah dosa Adam dan Hawa yang memakan buah terlarang di Taman Eden. Hukumannya adalah “pada hari kamu memakannya, pastilah kamu mati”  

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kejadian 2 : 16-17) 


Lalu kenapa Adam dan Hawa tidak mati, malah beroleh keturunan? Karena kalau Adam dan Hawa mati maka manusia musnah. Allah mengasihi manusia, dan ingin menyelamatkan sebanyak mungkin manusia. Maka Allah menunjukkan kesabaranNya dengan mendiamkan dosa manusia di masa lalu untuk sementara waktu. Tapi Adam, Hawa, dan keturunannya harus tetap menyandang vonis mati atas dosa besar Adam dan Hawa di Taman Eden. Keturunan Adam dan Hawa juga lahir mewarisi vonis hukuman mati tersebut, karena semestinya manusia sudah musnah saat Adam dan Hawa dihukum mati pada hari mereka makan buah terlarang di Taman Eden. Itu sebabnya bayi yang baru lahir sudah ikut mengalami kutukan dosa asal seperti Adam dan Hawa : 
  • terbuang dari Taman Eden, 
  • lahir telanjang, 
  • hidup di dunia harus berjerih memperoleh makanan, 
  • wanita mengalami sakit saat melahirkan. 

Allah bisa saja mengampuni manusia dengan begitu saja. Tapi selain tidak mungkin melanggar FirmanNya, Allah kita juga Allah yang Adil. Kalau Allah menghapus dosa Adam dan Hawa begitu saja, Allah juga harus menghapus dosa Iblis begitu saja.. Dan Iblis selalu mendakwa manusia untuk dihukum di neraka bersamanya. Allah tetap berlaku adil pada manusia dan iblis. Maka Allah menyediakan tumbal pengganti untuk mati menggantikan Adam, Hawa dan keturunannya. 

Tumbal itu harus dalam wujud manusia, bukan terhitung dalam Adam, Hawa, dan keturunannya. Harus bernilai lebih tinggi dari Adam, Hawa, dan seluruh keturunannya. Maka Allah menyediakan Yesus untuk menjadi tumbal menggantikan Adam, Hawa, dan seluruh keturunannya. 

Mengapa Yesus layak menjadi tumbal Adam, Hawa, dan keturunannya? 
  1. Karena Yesus adalah Firman Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia, Ia lebih berharga dari Adam, Hawa dan seluruh keturunannya 
  2. Karena Yesus tidak terhitung di antara Adam, Hawa, dan keturunannya. Yesus bukan keturunan biologis Adam dan Hawa. Ia dikandung dari Roh Kudus, dan lahir dari rahim perawan Maria. 
  3. Yesus tidak punya anak dan istri 
  4. Yesus tidak pernah berbuat dosa.  
Kedatangan Yesus ke dunia untuk menebus dosa manusia adalah wujud kasih Allah pada manusia, untuk menyelamatkan manusia dari kematian kekal. Alkitab berkata : 

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3 : 16) 

Allah telah melakukan bagianNya untuk menyelamatkan umat manusia. Tapi apakah Adil kalau Allah tidak memberi jalan keselamatan juga bagi iblis? Ya, itulah sebabnya ada bagian yang harus dilakukan manusia agar iblis tidak mendakwanya. Manusia harus menerima karya keselamatan Allah, dengan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat manusia, dan taat pada Firman Allah. 

Dengan pengorbanan Yesus Kristus, hutang mati atas dosa asal manusia telah lunas dibayar. Semua manusia yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan diselamatkan. Dakwaan iblis pada orang yang percaya pengorbanan Yesus telah dipatahkan, oleh kuasa darah Yesus dan oleh kesaksian kita. 

Kesaksian kitab Wahyu :

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wahyu 12 : 10-11)

Tuesday, August 15, 2017

Diselamatkan Oleh Iman VS Karena Perbuatan

Yesus adalah Juruselamat manusia. Kalau kita percaya pada Yesus, dan menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi, kita akan diselamatkan oleh-Nya. Inti ajaran Kristen adalah bahwa kita diselamatkan oleh Yesus karena Iman, bukan oleh karena perbuatan baik kita :

8  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
9  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Efesus 2 : 8,9)

Pertanyaannya, dapatkah manusia diselamatkan oleh perbuatan baik? Mungkin saja, kalau kita bisa berkenan pada Allah. Tapi adakah orang yang berkenan pada Allah karena perbuatannya? Hampir tidak ada. Itu sebabnya kita harus menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi kita.

Seberapa sedikitkah orang yang bisa berkenan pada Allah karena perbuatan baiknya? Baiklah kita lihat, paling tidak ada dua kisah di Alkitab yang menggambarkan betapa sedikitnya orang yang berkenan pada Allah karena perbuatan baiknya :

  • Pada saat air bah, hanya Nuh seorang saja yang berkenan pada Allah, diantara semua manusia di bumi
  • Pada saat eksodus Bangsa Israel dari Mesir yang dipimpin oleh Musa, hanya Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune yang berkenan pada Allah, dari antara semua Bangsa Israel yang dilahirkan di Mesir, yang ikut eksodus. Hanya Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefun dari antara mereka yang diijinkan Allah memasuki Tanah Perjanjian, sisanya mati di padang Gurun. 


KISAH NUH DAN AIR BAH

  • 5  Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
  • 6  maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
  • 7  Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
  • 8  Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
  • 9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. (Kejadian 6 : 5-9)


  • 1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. (Kejadian 7 : 1)

Pada zaman Nuh, Allah melihat bahwa bumi telah rusak dan penuh dengan kekerasan. Allah menyesal telah menciptakan manusia, dan berkeputusan untuk melenyapkan semua manusia di bumi. Namun Allah berkenan pada Nuh. Hanyalah Nuh yang berkenan pada Allah diantara manusia sezamannya. Maka Allah memusnahkan seluruh manusia yang hidup di bumi waktu itu dengan air bah. Hanya Nuh dan seisi rumahnya yang diselamatkan, dengan menaiki sebuah bahtera besar.

HANYA 2 ORANG ISRAEL YANG BERANGKAT DARI MESIR SAMPAI KE TANAH PERJANJIAN

Pada zaman Musa, Bangsa Israel di Mesir sangat banyak jumlahnya, sehingga memenuhi negri Mesir, bahkan jumlahnya mengalahkan jumlah orang Mesir di negri itu :
  • 7 Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.
  • 8  Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf.
  • 9  Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: "Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita. (Keluaran 1 : 7-9)
Karena itu Bangsa Mesir menindas Bangsa Israel dengan kerja rodi yang sangat berat, dan membunuh bayi-bayi mereka. Lalu berserulah seluruh Bangsa Israel pada Tuhan.

Tuhan mendengar seruan mereka, dan menyuruh Musa membawa seluruh bangsa itu keluar dari Mesir, menuju Tanah Perjanjian :
  • 16  Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir.
  • 17  Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (Keluaran 3 : 16 - 17)
Namun ternyata Allah tidak berkenan pada sebagian besar dari mereka,sehingga mereka semua dimatikan di padang gurun, dan tidak diijinkan masuk ke Tanah Perjanjian oleh Allah. Hanya Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune yang dibiarkan-Nya hidup, untuk membawa masuk anak-anak Bangsa Israel yang lahir di gurun, ke Tanah Perjanjian :
  • 27  "Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar.
  • 28  Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.
  • 29  Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.
  • 30  Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun!
  • 31  Tentang anak-anakmu yang telah kamu katakan: Mereka akan menjadi tawanan, merekalah yang akan Kubawa masuk, supaya mereka mengenal negeri yang telah kamu hinakan itu. (Bilangan 14 : 27 -31)
Dari kedua kisah di atas, terlihat bahwa hampir tidak ada orang yang bisa berkenan pada Allah karena perbuatan baiknya. Itulah sebabnya kita perlu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Yesus akan menanggung semua hukuman atas dosa kita. Darah Yesus akan membasuh dan menyucikan kita seutuhnya dari dosa.

Apakah syaratnya? Kita hanya perlu menerima Yesus sebagai juruselamat pribadi kita. Itulah artinya diselamatkan karena Iman.

Kita yang tidak benar, akan dibenarkan oleh karena pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Maka, maukah Anda menerima anugerah keselamatan tersebut? Ataukah Anda masih mau hanya mengandalkan perbuatan baik untuk memperoleh keselamatan?

"Alkitab sudah mencatat bahwa hampir tidak ada orang yang diselamatkan karena berbuat baik. Oleh sebab itu, terimalah Yesus sebagai Juruselamat pribadi Anda!"

Diselamatkan Oleh Iman VS Karena Perbuatan


Friday, July 7, 2017

Kedatangan Yesus Ke-2 (Akhir Zaman)

Alkitab menubuatkan kedatangan Yesus ke dunia untuk kedua kalinya di akhir zaman. Saat Yesus terangkat ke sorga, ada dua Malaikat berkata bahwa Yesus akan datang kembali dari sorga dengan cara seperti waktu Ia terangkat ke sorga : 
  • 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 
  • 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." (Kisah Para Rasul 1 : 10-11). 
Yesus Kristus Tuhan 2017-1

Mengenai nubuat kedatangan Yesus yang ke-dua kali, Alkitab mencatat beberapa hal penting :

Yesus akan datang kembali untuk menjemput umat-Nya ke sorga : 
  • 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 
  • 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14 : 2-3) 
Yesus akan datang dengan segala kekuasaan dan kemuliaan sebagai Allah : 
  • 30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 
  • 31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. (Matius 24 : 30-31) 
Yesus akan menghakimi manusia menurut perbuatannya : 
  • 27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Matius 16 : 27) 
Yesus pada kedatangan kedua kali memiliki sifat adikodrati yaitu maha hadir /omnipresent : 
  • 23 Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. 
  • 24 Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. (Lukas 17 : 23-24) 
Pada akhir zaman, Yesus akan membangkitkan orang mati dan memberikan hidup yang kekal bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya: 
  • 39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. 
  • 40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yohanes 6 : 39-40)

Misi Yesus Untuk Dunia

  • 1  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
  • 2  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
  • 3  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
  • 14  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1 : 1,2,3,14)

Yesus Kristus adalah Firman Allah yang hidup. Firman itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, datang ke dunia untuk menjalankan suatu misi penting.

Tujuan kedatangan Yesus ke dunia adalah untuk menebus manusia dari hukuman atas dosa. Sebab Adam, Hawa dan keturunannya telah jatuh ke dalam dosa yang hukumannya adalah maut turun-temurun, karena Adam dan Hawa memakan buah terlarang di Taman Eden. 

Yesus Kristus Tuhan 2017


MENGAPA ADAM, HAWA DAN KETURUNANNYA HARUS DITEBUS OLEH YESUS?

Seperti ada tertulis tentang hukuman atas makan buah terlarang di Taman Eden : 
  • 16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 
  • 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kejadian 2 : 16-17) 
Tanpa campur tangan Allah, Adam, Hawa dan keturunannya pastilah mati, terbuang selama-lamanya dari surga, karena Adam dan Hawa telah memakan buah pengetahuan di Taman Eden. Tapi Allah adalah Tuhan yang Maha Kasih dan Maha Adil, yang di satu pihak ingin menyelamatkan Adam, Hawa, dan keturunannya dari kematian kekal, tapi Allah juga tidak bisa melanggar perkataan-Nya sendiri.

Maka Yesus Kristus datang ke dunia melalui rahim perawan Maria, sebagai Allah dalam rupa manusia, untuk menggantikan Adam, Hawa, dan keturunannya menjalani hukuman kematian atas dosa. Yesus yang bukan hasil keturunan biologis Adam (karena lahir dari rahim seorang perawan) tidak lahir mewarisi dosa Adam di Taman Eden, Yesus juga tidak pernah berdosa selama hidup-Nya di dunia. Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Maka hanya Yesus satu-satunya korban yang layak untuk menebus seluruh dosa Adam, Hawa, dan keturunannya. 

Misi Yesus untuk menebus dosa manusia digenapi saat Yesus mati di kayu salib untuk menggantikan kita dalam menjalani hukuman atas dosa. Darah Yesus yang tercurah di kalvari membayar lunas hutang dosa kita. Kita bukan lagi hamba dosa, hutang dosa kita sudah dibayar lunas oleh Yesus Kristus. 

APAKAH ALLAH MELANGGAR KATA-KATANYA SENDIRI? 

"...tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kejadian 2 : 17) 

Adam dan Hawa telah melanggar perintah Allah dengan memakan buah pengetahuan di Taman Eden. Hukumannya pasti adalah kematian kekal. Artinya semestinya Adam, Hawa dan keturunannya terbuang dari sorga selama-lamanya, dan tempatnya adalah neraka yang menyala-nyala, tempat kematian kekal. Lalu mengapa orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan diterima masuk ke surga? Apakah Allah melanggar kata-kataNya sendiri? 

Allah tidak berlaku tidak Adil. Hukuman atas dosa tetap harus ditegakkan. Ada Yesus yang menjalani penghukuman menggantikan kita. Allah menunjukkan kesabaran-Nya sekaligus keadilan-Nya dengan mengutus Yesus untuk menebus dosa-dosa kita. 

  • Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. (Roma 3 : 25) 
  • Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Galatia 3 : 13)
Yesus telah menjalani hukuman menggantikan kita. Seluruh hutang dosa kita telah dibayar lunas oleh Yesus Kristus. Hukum Allah telah ditegakkan.

SETELAH MISINYA SELESAI DI DUNIA, YESUS KEMBALI KE SURGA 

  • 50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. 
  • 51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. (Lukas 24 : 50-51) 
Setelah menyelesaikan misiNya untuk menebus dosa manusia, dengan mati di atas kayu salib, Yesus bangkit dari kematianNya, memperlihatkan diri-Nya pada murid-murid-Nya, menguatkan mereka dan memberikan Amanat Agung untuk membagikan berita keselamatan ke seluruh dunia. Lalu Yesus terangkat ke surga. 

Mengapa Yesus harus pergi ke sorga meninggalkan murid-murid-Nya dan kita? 


  • Karena Yesus memang berasal dari sorga : 13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. (Yohanes 3 : 13) 
  • Untuk mempersiapkan tempat bagi kita di sorga : 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14 : 2-3) 
  • Yesus adalah pengantara kita kepada Bapa : 1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (1 Yohanes 2 : 1) 
  • Kita tidak ditinggalkan sendirian, tetapi Roh Kudus diutus pada kita untuk menyertai kita :  16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,.. (Yohanes 14 : 16)
Misi Yesus Untuk Dunia

Saturday, April 8, 2017

Yesus adalah Firman Allah yang Menjadi Manusia

Yesus adalah Firman Allah yang hidup. Firman Allah itu adalah Allah, Ia telah menjadi manusia, dan mengosongkan diriNya menjadi manusia, untuk mengajarkan kita akan kehendak Allah. 

  • 1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 
  • 2. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 
  • 3. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 
  • 4. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 
  • 14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 
  • 15. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. (Yohanes 1 : 1,2,3,4,14,15)
Yesus Kristus 12

Sebagai Firman Allah yang hidup sebagai manusia, Yesus adalah suri tauladan bagi manusia dalam hal ketaatan pada Allah, baik dalam hal pikiran mau pun perasaan dalam menjalani hidup :

  • 5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 
  • 6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 
  • 7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 
  • 8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Kalau Yesus adalah Allah, apakah Ia bisa jadi contoh akan ketaatan manusia pada Allah? Bukankah Yesus adalah Allah? Bisa, sebab Firman Allah itu telah mengosongkan diriNya dengan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  Yesus telah datang ke dunia menjadi manusia, 100% manusia yang merasakan hal yang sama dengan kita. Yesus juga merasakan sakit dan derita sama seperti yang kita rasakan. Yesus juga dicobai sama seperti kita, hanya perbedaannya ialah Ia tidak jatuh dalam dosa. Dan yang pasti Yesus adalah Allah yang tahu persis apa yang kita rasakan, karena Ia telah mengalami apa yang kita alami.
  • 17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. 
  • 18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai. (Ibrani 2 : 17 - 18)


  • 14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 
  • 15. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. (Ibrani 4 : 14 -15)

PertanyaanNya, kalau Yesus adalah Allah, lalu mengapa Yesus harus mengosongkan diriNya menjadi manusia?

Untuk menyelamatkan umatNya dari hukuman atas dosa, dan melunasi hutang karena dosa, dengan mati di atas kayu salib ganti kita.
  • 1. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 
  • 2. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 
  • 3. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
Untuk mengerti secara dalam bahwa Yesus adalah Allah silahkan kunjungi Bab berikut : "Apakah Yesus Kristus Tuhan?"


Yesus adalah Allah dan Manusia


Wednesday, April 5, 2017

Roh Kudus

Roh Kudus adalah Roh Allah, salah satu Pribadi dari Allah Tritunggal : Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus. Ia adalah satu Pribadi tersendiri, tapi Roh Kudus adalah Allah. Untuk mengetahui lebih jauh penjelasan tentang Trinitas silahkan baca bab "Allah Tritunggal".

Roh Kudus dapat hadir sebagai satu Pribadi yang tersendiri dan mandiri. Pada saat Yesus Kristus dibaptis oleh Yohanes, ketiga Pribadi dari Allah hadir bersamaan sebagai Pribadi yang berbeda :
  • 9. Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. 
  • 10. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. 
  • 11. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Markus 1 : 9 - 11)
Yesus Kristus 11

Dalam baptisan Kristen, kita juga harus mengakui, percaya, dan tunduk pada ketiga Pribadi dari Allah Tritunggal : 

  • 19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28 : 19)

  • 15. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 
  • 16. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.(Kisah Para Rasul 8 : 15 - 16)
Tapi Alkitab juga mencatat bahwa Roh Kudus adalah Allah sendiri. Petrus mengatakan mendustai Roh Kudus berarti mendustai Allah :
  • 3. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 
  • 4. Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." (Kisah Para Rasul 5 : 3 - 4)
Janji Yesus Tentang Roh Kudus

Sebelum Yesus naik ke surga, Yesus menjanjikan Roh Kudus sebagai Penghibur dan Penasehat bagi kita yang percaya. Kehadiran Roh Kudus adalah perwujudan janji bahwa Tuhan tak akan meninggalkan umatNya sendirian, Tuhan selalu beserta kita orang-orang yang percaya.

  • 16. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 
  • 17. yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 
  • 18. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.(Yohanes 14 : 16 - 18)

  • tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Yohanes 14 : 26)

  • 26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. (Yohanes 15 : 26)

Sifat-Sifat Roh Kudus

Untuk tahu lebih dalam Siapa itu Roh Kudus, kita akan pelajari sifat-sifatNya :

  • Roh Kudus Maha Hadir : 7. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? 8. Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. (Mazmur 139 : 7 - 8)
  • Roh Kudus Maha Tahu : 10. Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. 11. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.(1 Korintus 2 : 10 - 11)
  • Roh Kudus bisa berduka : Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.(Efesus 4 : 30)
  • Roh Kudus berdoa bagi kita : 26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. (Roma 8 : 26 - 7)
  • Roh Kudus memberi karunia sesuai kehendakNya : 7. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 8. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. (1 Korintus 12 : 7 - 11)
  • Roh Kudus mengajar dan mengingatkan : 26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Yohanes 14 : 26)
  • Roh Kudus memberi perintah : Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. (Kisah Para Rasul 13 : 4)
  • Roh Kudus menyucikan : 16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. (Roma 15 : 16)
  • Roh Kudus menyatakan nubuat dan perkataan Allah : sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (1 Petrus 1 : 21)
Roh Kudus

Tuesday, April 4, 2017

Allah Tritunggal

Allah itu Esa. Dan kata Tritunggal memang merupakan istilah yang tidak ada dalam Alkitab. Tapi Alkitab memperlihatkan bahwa Allah yang Esa itu mengunjungi manusia sebagai 3 pribadi :

  1. Sebagai Yahweh atau Allah Bapa
  2. Sebagai Yesus Kristus atau Anak Allah
  3. Sebagai Roh Kudus atau Roh Allah
Apakah Allah itu 3? Atau Esa? Bagaimana kita menjelaskan bahwa Allah terdiri dari 3 pribadi, tapi tetap Esa?

Tidak ada manusia yang bisa sepenuhnya mengerti Allah, karena pikiran Allah tidak mungkin terselami oleh daya pikir manusia yang terbatas. Lalu dengan apa kita mengandaikan Allah? Tentu paling cocok dengan manusia, karena awalnya manusia diciptakan berdasarkan Gambar dan Rupa Allah : 
  • 26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 
  • 27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.(Kejadian 1 : 26 - 27)
Manusia Diciptakan Serupa Gambar dan Rupa Allah

Manusia adalah pengandaian terbaik untuk menggambarkan Allah Tritunggal, karena manusia diciptakan menurut Gambar dan Rupa Allah, meski gambar itu telah kabur akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa. Dan tentunya tak ada yang mutlak bisa disamakan dengan Allah.

Manusia Tritunggal

Seorang manusia adalah satu kesatuan utuh dari tubuh, roh dan jiwa seseorang. Tanpa ketiganya kita bukan lagi disebut manusia. Tubuh tanpa roh disebut mayat. Tubuh dan roh tanpa jiwa disebut mayat hidup atau zombie.

Yesus Kristus 10

Kita punya tubuh, roh, jiwa yang kadang punya keinginan berbeda. Kadang hati kita ingin berbuat baik, tapi daging kita malas untuk melakukannya. Saat lain tubuh kita berada di gereja, sedang kebaktian, tapi pikiran kita justru memikirkan persoalan di rumah. Atau Anda merasa bersemangat untuk kerja malam, tapi mata anda terasa berat, tubuh anda meronta karena kecapekan dan butuh istirahat. 

Tubuh, roh dan jiwa manusia jelas 3 hal yang berbeda, tapi secara kesatuan kita dikenal dengan satu nama, entah Budi, Joko, Erni, atau siapa pun.

Contohnya pada seorang bernama Budi. Tubuh Budi dikenali sebagai Budi. Mayat Budi dikenali sebagai Budi. Roh Budi akan dikenali sebagai Budi juga. Kehendak dan perkataan Budi pasti dikenali secara pribadi sebagai Budi juga. Secara terpisah atau pun kesatuan, maka tubuh, roh, dan jiwa Budi adalah Budi. Bukan orang lain.

Tubuh manusia bisa hidup, berpikir, berkehendak kalau rohnya masih tinggal di dalam tubuh. Bagaimana kalau roh kita meninggalkan tubuh? Tubuh kita jadi mayat. Kita tak lagi bisa berkata-kata, berfirman, berkehendak dan berkarya. Saat mayat dikubur, tubuh jasmani manusia hancur jadi debu tanah. Tapi karya dan firman kita mungkin masih bisa dinikmati orang lain. Surat Wasiat orang meninggal masih ditaati anak-anaknya.

Kita sering berkata tentang orang meninggal :"dia telah berpulang", "dia telah tiada",  Siapa yang berpulang? Siapa yang tiada? Toh tubuhnya jasmaninya masih ada bersama kita sebagai mayat? Rohnya yang hilang, rohnya sudah pergi meninggalkan kita, walau tubuhnya masih ada bersama kita.

Saat melayat, kita berharap agar arwah yang bersangkutan diterima di sisiNya, agar rohnya masuk sorga kelak. Bagaimana dengan tubuhnya? Tubuhnya akan hancur jadi debu tanah. Rohnya memang akan dibangkitkan kelak, tapi dengan tubuh baru tentunya. Itulah bukti bahwa roh dan tubuh manusia adalah satu kesatuan saat kita hidup, tapi terpisah saat kita mati. Dua tapi satu.

Lalu manusia juga punya jiwa. Kita bisa berfirman dan berkata-kata. Kata-kata kita bisa dikirimkan lewat surat, lewat email, lewat suara atau sms. Kalau Anda mendapat Surat Perintah dari Bos di kantor pusat untuk membayar sesuatu di Bank, meski Anda cuma menerima perintah lewat e-mail, apa artinya Bos Anda tidak memerintahkannya karena Anda tidak bertemu tubuhnya? Kata-kata Bos anda bisa dikirimkan lewat surat. Lalu siapa yang menyuruh Anda pergi ke Bank? Surat? Email? Bukan, tapi pastilah Bos Anda.

Contoh lain Martin Luther King Jr. sudah meninggal puluhan tahun lalu. Tubuhnya mungkin sudah hancur jadi debu. Tapi Anda masih bisa dengar kata-katanya sekarang, lewat TV, Majalah, Buku. Kalau anda mendengar kalimat : "I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: 'We hold these truths to be self-evident: that all men are created equal.', Anda pasti tahu itu kata-kata dari Martin Luther King Jr. Walau dibacakan oleh orang lain, itu tetap pesan dari Martin Luther King Junior.

Alkitab berkata bahwa Firman Allah pada puncaknya tidak disampaikan ke dunia dalam wujud Suara, atau Ilham/Wahyu untuk dituliskan dalam buku, atau pun Penglihatan. Tapi Allah sendiri datang menyapa umat-Nya dalam wujud Yesus Kristus, yaitu Firman Allah yang hidup, Allah Imanuel. Apakah mungkin Firman Allah menjelma menjadi manusia? Tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Secara perlambang, Allah Tringgal adalah wujud penyertaan Allah yang tidak terhampiri pada manusia.
  • Allah Bapa adalah  Allah Yang Maha Kudus, yang tidak terhampiri oleh manusia yang berdosa
  • Yesus Kristus adalah Allah Imanuel, yaitu Allah yang telah datang menyapa kita sebagai manusia, mencontohkan perbuatan baik di tengah manusia, mengerti dan menguatkan manusia yang berduka.
  • Roh Kudus adalah Allah yang tinggal dalam diri kita Umat-Nya. Roh Kudus memampukan kita untuk berbuat baik, menemani kita, mengajar kita, membimbing kita, dan mengubahkan hati kita yang jahat menjadi baik
Mengerti Lebih Dalam Doktrin Trinitas

Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah Allah, baik saat muncul sendiri-sendiri mau pun sebagai satu kesatuan. KetigaNya adalah sehakikat dan satu, tapi sering kali muncul sebagai 3 pribadi yang berbeda. Salah satu catatan Allkitab yang menunjukkan bahwa ketigaNya muncul sebagai pribadi yang berbeda adalah saat Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis :
  • 9. Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. 
  • 10. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. 
  • 11. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Markus 1 : 9 - 11)
Di situ jelas dikatakan bahwa ketiga pribadi Allah muncul secara bersamaan :
  • Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis
  • Roh Kudus turun seperti burung merpati ke atas Yesus
  • Allah Bapa bersuara dari sorga.
Tapi Alkitab juga mencatat bahwa ketiga pribadi Allah itu adalah satu dan sehakikat.  Allah Tritunggal adalah Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan. Beberapa catatan yang menjelaskan hal ini antara lain : 
  • Kata Kita yang jamak dipakai saat penciptaan manusia :  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1 : 26)
  • Yesus berkata : Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10 : 30)
  • Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. (Yohanes 5 : 21)
Injil Yohanes mencatat tentang Yesus yang adalah Firman Allah.  Firman Allah (Yesus) pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan Ia adalah Allah. Lalu Firman Allah itu telah menjadi manusia dan diam di antara manusia. Anda bisa membaca selengkapnya hubungan Yesus dengan Allah sebagai berikut :
  • 1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 
  • 2. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 
  • 3. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 
  • 4. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
  • 14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 
  • 15. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. (Yohanes 1 : 1,2,3,4,14,15)
Bagaimana dengan Roh Kudus? Sama persis dengan Yesus. Saat penciptaan, Roh Kudus berada bersama Allah, dan Ia adalah Allah. Dan saat Yesus naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa saat ini, Roh Kudus ada bersama kita. Alkitab mencatatnya demikian :
  • 1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 
  • 2. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 
  • 3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. (Kejadian 1 : 1,2,3)


  • 16. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 
  • 17. yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.(Yohanes 14 : 16-17)
Mungkin masih banyak yang bersikeras bahwa tidak mungkin 1+1+1 = esa. Satu hal tentang hakikat Allah, sangatlah wajar kalau kita tak akan pernah bisa mengertinya. Bahkan matematika Allah sungguh sangat ajaib. 

Yesus bisa memberi makan 4.000 orang laki-laki ditambah perempuan dan anak-anak dengan 7 roti dan beberapa ikan kecil. Dan mereka makan sampai kenyang. Dan malah sisanya jadi tujuh bakul penuh roti.

7 roti = makan kenyang 4.000 laki-laki + sisa 7 bakul penuh roti

Bagaimana bisa? Sungguh matematika Allah adalah matematika yang ajaib......

  • 34. Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil." 
  • 35. Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. 
  • 36. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. 
  • 37. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh. 
  • 38. Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. (Matius 15 : 34 - 38)
Allah Tritunggal